Innalillahi wa innailaihi rojiun

Innalillahi wa innailaihi rojiun telah berpulang ke Rahmatullah guru kita Al habib Musthofa bin Abdul kadir alaydrus Tebet, Semoga Allah mengangkat derajatnya dan semoga ilmu beliau bermanfaat kepada putra putri beserta murid-murid beliau.

Majelis Taklim dan Maulid “Sabilul Muhtadin”

Jl. Tebet Timur Dalam I No 27 Belakang
Jakarta Selatan, Telp (021) 8300 290

Sepenggal riwayat hidup beliau diambil dari sumber majelisrasulullah@ yahoogroups. com :

Dakwah Beliau gan sampe Kalimantan lihat historynya as below:

Berdakwah Sampai ke Pedalaman Kalimantan

Sosok dai ini sudah hampir 100 kali terjun ke Kalimantan untuk berdakwah dan menggerakan majelis-majelis taklim yang ada di sana. Mengisi acara taklim di Kalimantan, dijalaninya hampir setiap sebulan sekali selama 25 tahun terakhir.

Sudah duapuluh lima tahun terakhir, habib yang berusia sekitar 65 tahun ini berdakwah di pedalaman Kalimantan. Hampir dipastikan dalam tiap bulan, terutama pada minggu kedua atau keempat, ia berdakwah ke beberapa daerah di Kalimantan seperti di Samarinda, Amuntai, Banjarbaru, Kotabangun, Balikpapan dan lain-lain.

Awal mula berdakwah ke Kalimantan, ia bermula dibawa oleh seorang pendakwah ulung di tahun 1980-an, yakni Habib Ghasim Baraghbah ke daerah Samarinda. Sejak itulah ia tiap satu bulan sekali harus mengisi majelis dan ceramah di berbagai tempat yang ada di sana, apalagi setelah Habib Ghasim wafat, praktis banyak majelis taklim yang harus ia teruskan perjuangannya agar tetap eksis di tengah masyarakat.

Tantangan dalam berdakwah, menurut Habib ini adalah rasa segan dan malas yang berada di dalam diri sendiri dan jamaah, ”Karena itu ia dalam berdakwah, selalu menekankan untuk senantiasa meniru dakwah Rasulullah SAW. Cintailah Allah SWT dengan sebagaimana mencintai Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak dan suri teladan yang ada pada beliau,” jelas bapak 3 putra (2 laki-laki, 1 putri) ini kepada alKisah.

Selama berdakwah di Kalimantan, ia mengaku tidak terlalu banyak halangan, karena berdakwah yang diniati hanya untuk perjuangan di jalan Allah SWT, bila mendapat tantangan selalu mendapat jalan keluar. ”Hanya untuk daerah-daerah di Kalimantan Timur sedikit ada hambatan. Karena daerah-daerah di sana kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Apalagi di sana adalah basis-basis non muslim,” terangnya lagi.

Sekalipun berkeliling ke berbagai daerah, ia sama sekali tidak terpengaruh oleh kepentingan pertarungan pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). ”Banyak sekali pejabat-pejabat yang setelah dipilih, tidak lagi datang ke majelis-majelis taklim. Ia datang hanya untuk kepentingan politik pribadi, bukan kepentigan orang muslim,” katanya.

Sekalipun banyak kenal dengan pejabat-pejabat tinggi, ia tidak larut dan turut dalam lingkar kekuasaan. “Saya ingin menjadi ikan di lautan, sekalipun dikelilingi oleh rasa asin air laut, saya tidak menjadi asin oleh air laut itu,”lanjutnya.

Habib Mustafa, memulai pendidikan dasarnya dengan belajar di Darul Hadits. Selama di Darul Hadits ia sangat beruntung selama 5 tahun dari tahun 1958-1963. Di pondok pesantren yang banyak menghasilkan ulama itu ia diajar langsung oleh Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfagih, sang pendiri Darul Hadits. ”Ada orang belajar di Darul Hadits tetapi tidak duduk dengan Habib Abdul Qadir, artinya cuma mengalami saja. Karena Habib Abdul Qadir dalam mengajar dengan bahasa Arab dan saat itu Malang ibarat ‘Tarim Van Java’, ” katanya.

Selepas dari Daru Hadits, ia kemudian belajar Sekolah Guru Islam di Tanah Tinggi, Senin Ia juga kuliah di Cabang Al-Azhar, Persatuan Arab-Mesir dan Universitas Islam Djakarta, jurusan dakwah dan lulus tahun 1965.

Lulus kuliah, ia kemudian kerja di perhotelan dan berdagang dari 1967-1970. Selain berdagang ia juga sembari belajar dengan ulama-ulama yang ada di Betawi seperti Habib Abdurrahman Assegaf (Bukit Duri), Syekh Abdullah Arfan, Ustadz Muhammad Ghasim dan lain-lain.

“Saya mulai mengajar di mushola-mushola dan masjid-masjid, dan alhamdulillah sudah berdiri Majelis taklim Sabilul Muhtadin. Kegiatan yang pasti setiap Sabtu pagi, dan akan dibuatkan yayasan yang berperan dalam bidang pendidikan, terutama untuk mengangkat mereka yang putus sekolah dari bangku SMA, isya Allah akan kita bantu,” kata kakek 2 cucu ini lebih lanjut.

AST/AST

~ oleh adzili pada 15 Juli 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: